Pagi tadi aku melihat bunga yang merambat di pinggir pagar, warnanya sangat menarik dan terlihat indah namun aku heran mengapa tak banyak orang yang sadar ataupun tertarik untuk melihat bunga itu?apa mungkin karena bunga itu hanyalah bunga rambat yang biasa tumbuh merambat di pagar ataupun dijalan?bagaimana nasibnya bunga itu bila dibudidayakan dengan baik dan dipasarkan?
mungkin begitupulalah wanita seperti bunga itu bila dia seperti wanita kebanyakan ataupun yang biasa maka dia tidak akan menarik namun bila wanita itu memiliki sesuatu yang luar biasa seperti gagasan ataupun pemikiranya maka semua orang pasti akan terkagum-kagum padanya. Maka jadilah wanita yang cantik pemikiran, karakter dan hatinya.
Selasa, 20 Desember 2011
Mungkin Aku Bisa
Selama ini aku selalu memaksa semua hal terjadi sesuai dengan keinginanku.....
namun akhirnya melalui proses kamuflase aku sadar bahwa
Mungkin aku bisa memaksa keadaan menjadi seperti yg ak inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa seseorang menjadi seperti ap yg aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa diriku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa pikiranku menjadi seperti apa yang ku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa hatiku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa tubuhku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Namun ternyata ada yang tak bisa aku paksakan di dunia ini yaitu Tuhan!
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kemudahan maka iya beri aku masalah...
saat aku memaksa Tuhan u menjauhkan aku dari derita maka iya dekatkan aku pada ujian..
saat aku memaksa Tuhan u memberiku langit yang cerah maka iya memberi ku hujan yang deras...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku cahaya maka Tuhan memberiku malam yang gelap...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kupu-kupu yang indah maka iya memberiku ulat bulu...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kesuksesan maka iya memberiku kegagalan...
Namun ternyata...
Dari masalah itu aku menjadi dewasa...
Dari ujian itu aku bisa berfikir....
Dari hujan yang deras itu aku bisa menikmati indahnya pelangi...
Dari gelapnya malam itu aku bisa menikmati indahnya bulan dan bintang...
Dari ulat bulu itu aku menyaksikan bgmn indahnya kupu-kupu cantik...
Dari kegagalan itu aku tau bagaimana meraih kesuksesan yang lebih besar dari yang aku bayangkan...
Akhirya aku yang keras hati dan kepala mengakui kekalahanku pada Mu Tuhan
Namun kekalahan ini bukanlah kekalahan syeitan dr Adam
Ataupun bukanlah kekalahan seorang firaun dr Musa
Ataupun bukan pula kekalahan seorang quraisy dr Muhammad
Namun..kekelahan ini adalah kekalahan yang tulus karena keyakinan akan cintamu lebih besar dari cintaku pada diriku sendiri hingga kau lebih tau apa yang lebih aku ingin dan butuhkan....Tuhan jangan pernah berhenti mencintaiku..karna aku sangat membutuhkanmu..dahulu..saat ini..dan selama-lamanya......
namun akhirnya melalui proses kamuflase aku sadar bahwa
Mungkin aku bisa memaksa keadaan menjadi seperti yg ak inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa seseorang menjadi seperti ap yg aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa diriku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa pikiranku menjadi seperti apa yang ku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa hatiku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Mungkin aku bisa memaksa tubuhku menjadi seperti apa yang aku inginkan...
Namun ternyata ada yang tak bisa aku paksakan di dunia ini yaitu Tuhan!
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kemudahan maka iya beri aku masalah...
saat aku memaksa Tuhan u menjauhkan aku dari derita maka iya dekatkan aku pada ujian..
saat aku memaksa Tuhan u memberiku langit yang cerah maka iya memberi ku hujan yang deras...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku cahaya maka Tuhan memberiku malam yang gelap...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kupu-kupu yang indah maka iya memberiku ulat bulu...
saat aku memaksa Tuhan u memberiku kesuksesan maka iya memberiku kegagalan...
Namun ternyata...
Dari masalah itu aku menjadi dewasa...
Dari ujian itu aku bisa berfikir....
Dari hujan yang deras itu aku bisa menikmati indahnya pelangi...
Dari gelapnya malam itu aku bisa menikmati indahnya bulan dan bintang...
Dari ulat bulu itu aku menyaksikan bgmn indahnya kupu-kupu cantik...
Dari kegagalan itu aku tau bagaimana meraih kesuksesan yang lebih besar dari yang aku bayangkan...
Akhirya aku yang keras hati dan kepala mengakui kekalahanku pada Mu Tuhan
Namun kekalahan ini bukanlah kekalahan syeitan dr Adam
Ataupun bukanlah kekalahan seorang firaun dr Musa
Ataupun bukan pula kekalahan seorang quraisy dr Muhammad
Namun..kekelahan ini adalah kekalahan yang tulus karena keyakinan akan cintamu lebih besar dari cintaku pada diriku sendiri hingga kau lebih tau apa yang lebih aku ingin dan butuhkan....Tuhan jangan pernah berhenti mencintaiku..karna aku sangat membutuhkanmu..dahulu..saat ini..dan selama-lamanya......
AKU
AKU DENGAR!
AKU LIHAT!
AKU TAHU!
AKU RASA!
AKU BERFIKIR!
AKU MEMILIH!
AKU MEMUTUSKAN!
AKU BERTINDAK!
AKU LIHAT!
AKU TAHU!
AKU RASA!
AKU BERFIKIR!
AKU MEMILIH!
AKU MEMUTUSKAN!
AKU BERTINDAK!
ADA 4 JENIS MANUSIA DI BUMI INI
Saya rasa ada 4 jenis manusia di muka bumi ini, diantaranya adalah:
- Orang yang berperilaku seperti kumbang pada bunga wangi yang hinggap pada bunga berniat untuk mengambil sari bunga itu menjadikan bunganya layu dan hilang keindahannya. Ini adalah perumpamaan seseorang yang mengambil keuntungan dari tempat lain untuk dirinya sendiri dengan tanpa mempedulikan tempat itu rusak karenanya. Yang ada di benaknya hanyalah keuntungan dirinya sendiri.
- Orang yang berperilaku seperti kumbang yang hinggap pada buga buah kelengkeng berniat untuk mengambil sari madunya untuk kebutuhannya sendiri namun tanpa dia sadari. membuat buah kelengkeng itu berbuah. Ini adalah perumpamaan seseorang yang mengambil keuntungan dari tempat lain untuk dirinya sendiri namun ternyata apa yang dilakukannya dapat memberikan hikmah yang baik untuk orang lain sekalipun dia tidak berniat untuk memberi manfaat sama sekali.
- Orang yang berperilaku seperti lebah madu bunga yang hinggap pada bunga berniat untuk menghisap madu bunga tersebut untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Ini perumpamaan manusia yang berniat mengambil manfaat dari tempat lain untuk diolah hingga bisa menjadi lebih bermanfaat lagi bagi manusia lainnya, namun tidak mempedulikan apa yang akan terjadi dengan tempat yang dia ambil manfaatnya itu.
- Orang yang berperilaku seperti lebah madu buah kelengkeng yang hinggap dan menghisap bunga buah kelengkeng itu untuk dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat membuat kelengkeng itu berbuah. Ini perumpamaan manusia yang berniat mengambil manfaat dan sekaligus memberi manfaat di suatu tempat untuk hasilnya diberikan pada orang lain agar lebih bermanfaat lagi. Semoga kita bisa menjadi orang yang bertipe seperti lebah buah kelengkeng ini yang dapat mengambil sekaligus memberi manfaat dari dan pada orang lain, amin....Bila kita tidak bisa menjadi lebah buah kelengkeng ini maka janganlah kita sekali-kali menjadi kumbang bunga yang mengambil sesuatu dengan cara merusak sesuatu tersebut...
HERA MERDEKA
Tak aneh lagi bila orang banyak bertanya tentang namaku karna ya wajar saja mungkin namaku terlalu aneh bagi mereka termasuk aku sendiri di waktu kecil " HERA MERDEKA" mengapa tidak hera wati atau hera apa lah selain HERA MERDEKA?? apa tidak ada nama lain??Sempat aku berpikir di waktu kecil untuk mengganti namaku dengan menghilangkan nama MERDEKA, namun belakangan ada orang yang dengan sengaja mendatangi ibu ku untuk meminta ijin memberi nama pada putrinya yang baru lahir dengan nama yang sama denganku, aku tak tahu apa karena dia kagum padaku ataukah ibuku namun aku merasa kesal kenapa harus namaku yang dia pilih aku kan paling tidak suka bila sama dengan orang lain, namun mungkin karena dia tidak tahu nama lengkap aku jadi dia hanya mengambil nama HERA saja di tambah dengan WATI pemberian ayahnya.
Kemudian setelah aku dewasa ternyata ada beberapa orang yang memiliki nama hera di sekolah namun hanya ada satu HERA MERDEKA , dan kemudian saat aku kerja ada beberapa yang bernama hera namun kebanyakan dari mereka bernama HERA WATI dan hanya ada satu HERA MERDEKA.
Dari situ aku langsung berfikir ternyata banyak sekali nama HERA namun hanya ada satu yang bernama HERA MERDEKA, dan nama HERA sangat mudah dilupakan orang namun HERA MERDEKA cenderung di ingat orang karena keunikan nama itu, dari situ aku jadi sangat PD bila memperkenalkan diri lengkap dengan MERDEKA aku tak peduli apakah namaku membuat orang lain menertawakan atau kagum terhadapku yang pasti aku bersyukur dengan nama HERA MERDEKA, semoga aku dapat membebaskan orang-orang dari penderitaan, kemiskinan, dan kebodohan. :)
Kemudian setelah aku dewasa ternyata ada beberapa orang yang memiliki nama hera di sekolah namun hanya ada satu HERA MERDEKA , dan kemudian saat aku kerja ada beberapa yang bernama hera namun kebanyakan dari mereka bernama HERA WATI dan hanya ada satu HERA MERDEKA.
Dari situ aku langsung berfikir ternyata banyak sekali nama HERA namun hanya ada satu yang bernama HERA MERDEKA, dan nama HERA sangat mudah dilupakan orang namun HERA MERDEKA cenderung di ingat orang karena keunikan nama itu, dari situ aku jadi sangat PD bila memperkenalkan diri lengkap dengan MERDEKA aku tak peduli apakah namaku membuat orang lain menertawakan atau kagum terhadapku yang pasti aku bersyukur dengan nama HERA MERDEKA, semoga aku dapat membebaskan orang-orang dari penderitaan, kemiskinan, dan kebodohan. :)
Minggu, 18 Desember 2011
Pertanyaanku tentang ilmu padi
Waktu kecil aku sering kali mempertanyakan sesuatu hal, namun aku tidak pernah benar-benar bertanya pada seseorang karena aku sendiri tak tahu apakah itu karena aku malu ataukah aku takut, mungkin juga keduanya. Untuk itu pertanyaan-pertanyaan yang aku pikir sekarang itu adalah pertanyaan yang brilliant bila diungkapkan oleh anak SD ya pertanyaan itu aku simpan hingga aku dewasa dan dengan sendirinya menemukan jawabannya secara tidak sengaja pseudoserendipity (serendipity semu). Dulu aku pernah bertanya “apakah yang mendasari ilmu padi bahwa semakin berisi semakin merunduk?”.
Kemudian setelah pertanyaan itu menua di otaku, aku bertemu dengan sahabat lamaku yang kebetulan dia tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Dia berkata padaku agar aku melanjutkan kuliah setinggi-tingginya dan aku bertanya mengapa aku harus begitu dan dia jawab karena aku teman dia satu-satunya yang kuliah namun mau sharing dengannya tanpa membuat dia merasa bodoh atau rendah. Dengan begitu dia merasa menjadi sepadan dalam hal wawasan keilmuan dengan orang-orang yang kuliah lainnya karena sering sharing denganku. Untuk itu aku harus belajar lagi agar bisa mentransfer ilmu padanya. Kemudian dia balik bertanya padaku mengapa aku bisa memperlakukanya seperti itu tidak seperti teman-temannya yang lain. Pertanyaan itu jadi membuat aku berpikir “iya kenapa ya aku bisa seperti itu?rasanya itu hal yang wajar aku lakukan, tpi mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama?” dan dia bilang “apa kamu masih ingat tentang ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk?”
aku langsung terhenyak karna teringat akan pertanyaanku di waktu kecil( apa yang mendasari ilmu padi?). Dan hari itu juga aku mendapatkan jawaban atas pertanyaanku yang telah bertahun-tahun aku pendam dibenaku, jawabannya adalah : karena semakin banyak yang kita ketahui, maka kita akan semakin sadar akan ketidaktahuan kita, hal itu membuat kita ingin terus mencari dan mencari tahu tentang hal yang ingin kita ketahui dan semakin ingin mengetahui sesuatu yang telah kita ketahui. Oleh karena itu kita merasa tidak berhak untuk sombong karena semakin banyak yang kita ketahui kita akan semakin sadar pula akan banyaknya ketidaktahuan yang ada pada diri kita.
Kemudian beberapa hari dari kejadian itu aku menemukan kata-kata rene Descartes, seorang filosofi perancis, dalam buku filsafat ilmu : “Aku tidak Tahu apa-apa”. Dan beberapa minggu setelah membaca buku itu akupun secara kebetulan membaca quotes yang ada di kalender kantor, kata-kata dari Mantan presiden AS John F Kennedy “ The greater our knowledge increases the more our ignorance unfolds (semakin meningkat pengetahuan kita, semakin terasa banyak hal yang tidak kita ketahui)”.
Akhirnya setelah sekian lama pertanyaan yang hampir terkubur didalam benakku terjawab juga dengan secara kebetulan :)
Kamis, 15 Desember 2011
Cara Laki-laki dan Perempuan Menggunakan Otak
Laki-laki:
- Berkonsentrasi pada satu hal.
- Pandai dalam bidang matematika dan logika.
- Membedakan dengan jelas peran otak kanan dan otak kiri.
- Kemampuan berpikirnya berkembang dan pemahaman terhadap jalan dan arah sangat tajam.
- saat mencari jalan pikirannya berkembang, mencari jalan dengan mengikuti pemahaman akan arah.
- Bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang sama.
- Pandai mengekspresikan pikiran dengan kalimat menggunakan banyak kosakata.
- Struktur hubungan otak kanan dan kiri tebal, sehingga kedua otak mudah bekerjasama.
- Pandai memahami arti dan motif di belakang tindakan dan intuisinya tajam.
Selasa, 13 Desember 2011
Fatamorgana
Kau menariku begitu erat hingga terasa berat
Aku jejaki hatimu tertatih-tatih
Tertindih aku oleh angan terasa letih
Gelap..Terang..sendu...senang..
Kurasakan seorang...
Seakan tak dapat bedakan nyata dan fatamorgana
Aku hanya seorang pengembara
Lelah berjalan membawa luka menganga mencari penawar hati
Mungkin langkahku terhenti namun aku akan titipkan pesanku pada pasir dan berharap angin akan menghembuskannya pada wajahmu agar kau merasakan hadirnya jiwaku...
Aku jejaki hatimu tertatih-tatih
Tertindih aku oleh angan terasa letih
Gelap..Terang..sendu...senang..
Kurasakan seorang...
Seakan tak dapat bedakan nyata dan fatamorgana
Aku hanya seorang pengembara
Lelah berjalan membawa luka menganga mencari penawar hati
Mungkin langkahku terhenti namun aku akan titipkan pesanku pada pasir dan berharap angin akan menghembuskannya pada wajahmu agar kau merasakan hadirnya jiwaku...
Senin, 12 Desember 2011
Seketika
Seketika titik berkoordinasi
Seketika bintang membentuk rasi
Seketika musisi menciptakan simfoni
Seketika seniman menciptakan karya seni
Seketika hujan melukiskan pelangi
Seketika angin menebarkan wangi
Seketika logika merubah emosi
Seketika kau pancarkan sinar di relung hati
Seketika kau getarkan seluruh jiwa ini
Seketika bintang membentuk rasi
Seketika musisi menciptakan simfoni
Seketika seniman menciptakan karya seni
Seketika hujan melukiskan pelangi
Seketika angin menebarkan wangi
Seketika logika merubah emosi
Seketika kau pancarkan sinar di relung hati
Seketika kau getarkan seluruh jiwa ini
Minggu, 11 Desember 2011
Murka Alloh Terhadap Orang Yang Tidak Mempergunakan Akalnya
Seringkali kita berdoa pada Tuhan" Ya Tuhanku berilah aku petunjukMu", namun seringkali kita tidak mengindahkan petunjuk Tuhan yang hadir didepan kita, karena hati kita lengah dan hati kita tertutup dari rasa syukur, maka dari itu akal kitapun menjadi gelap tertutup kabut.
Dikisahkan ada seorang pemuda yang tenggelam di lautan dia berdoa " Ya Tuhan tolonglah aku..." sesaat dia berdoa dia melihat kayu yang terapung, namun dia tidak mengindahkannya dan kemudian berdoa lagi " Ya Tuhanku tolonglah hambaMu ini" kemudian dia lihat kembali kayu terapung lagi terus saja dia berdoa tanpa mengindahkan kayu itu hingga dia meninggal karna tenggelam. Kemudian dia bertanya pada Tuhan " Tuhan mengapa engkau tidak menolongku padahal aku telah berdoa kepadaMu?" kemudian Tuhan menjawab " Aku telah memberikan petunjuk lewat kayu itu tapi mengapa engkau tidak mengindahkannya?"
Dari kisah di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa petunjuk/pertolongan Tuhan itu amat dekat namun kita sendirilah yang harus memahami pesan Tuhan dengan cara mendengar, merasa, melihat, dan mempergunakan akal kita untuk memikirkan petunjuk Tuhan. Seperti yang tertulis dalam QS Yunus ayat 100: "Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan seijin Alloh, dan Alloh akan menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
Wallohu'alam bissowaf...
Dikisahkan ada seorang pemuda yang tenggelam di lautan dia berdoa " Ya Tuhan tolonglah aku..." sesaat dia berdoa dia melihat kayu yang terapung, namun dia tidak mengindahkannya dan kemudian berdoa lagi " Ya Tuhanku tolonglah hambaMu ini" kemudian dia lihat kembali kayu terapung lagi terus saja dia berdoa tanpa mengindahkan kayu itu hingga dia meninggal karna tenggelam. Kemudian dia bertanya pada Tuhan " Tuhan mengapa engkau tidak menolongku padahal aku telah berdoa kepadaMu?" kemudian Tuhan menjawab " Aku telah memberikan petunjuk lewat kayu itu tapi mengapa engkau tidak mengindahkannya?"
Dari kisah di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa petunjuk/pertolongan Tuhan itu amat dekat namun kita sendirilah yang harus memahami pesan Tuhan dengan cara mendengar, merasa, melihat, dan mempergunakan akal kita untuk memikirkan petunjuk Tuhan. Seperti yang tertulis dalam QS Yunus ayat 100: "Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan seijin Alloh, dan Alloh akan menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
Wallohu'alam bissowaf...
Kamis, 08 Desember 2011
Aku ingin bercerita
Aku ingin bicara pada angin... namun dia suka ribut!
Aku ingin bicara pada burung..namun dia suka berkicau!
Aku ingin bicara pada air..namun dia selalu bergemericik!
Aku ingin bicara pada pasir..namun dia selalu selalu mendesir!
Lalu ahirnya aku berbicara pada rumput yang hanya bisa bergoyang...
goyang dombret...goyang dombret...
Langganan:
Postingan (Atom)