Selasa, 20 Desember 2011

HERA MERDEKA

Tak aneh lagi bila orang banyak bertanya tentang namaku karna ya wajar saja mungkin namaku terlalu aneh bagi mereka termasuk aku sendiri di waktu kecil " HERA MERDEKA" mengapa tidak hera wati atau hera apa lah selain HERA MERDEKA?? apa tidak ada nama lain??Sempat aku berpikir di waktu kecil untuk mengganti namaku dengan menghilangkan nama MERDEKA, namun belakangan ada orang yang dengan sengaja mendatangi ibu ku untuk meminta ijin memberi nama pada putrinya yang baru lahir dengan nama yang sama denganku, aku tak tahu apa karena dia kagum padaku ataukah ibuku namun aku merasa kesal kenapa harus namaku yang dia pilih aku kan paling tidak suka bila sama dengan orang lain, namun mungkin karena dia tidak tahu nama lengkap aku jadi dia hanya mengambil nama HERA saja di tambah dengan WATI pemberian ayahnya.


Kemudian setelah aku dewasa ternyata ada beberapa orang yang memiliki nama hera di sekolah namun hanya ada satu HERA MERDEKA , dan kemudian saat aku kerja ada beberapa yang bernama hera namun kebanyakan dari mereka bernama HERA WATI dan hanya ada satu HERA MERDEKA.



Dari situ aku langsung berfikir ternyata banyak sekali nama HERA namun hanya ada satu yang bernama HERA MERDEKA, dan nama HERA sangat mudah dilupakan orang namun HERA MERDEKA cenderung di ingat orang karena keunikan nama itu, dari situ aku jadi sangat PD bila memperkenalkan diri lengkap dengan MERDEKA aku tak peduli apakah namaku membuat orang lain menertawakan  atau kagum terhadapku yang pasti aku bersyukur dengan nama HERA MERDEKA, semoga aku dapat membebaskan orang-orang dari penderitaan, kemiskinan, dan kebodohan. :)

Minggu, 18 Desember 2011

Pertanyaanku tentang ilmu padi


Waktu kecil aku sering kali mempertanyakan sesuatu hal, namun aku tidak pernah benar-benar bertanya pada seseorang karena aku sendiri tak tahu apakah itu karena aku malu ataukah aku takut, mungkin juga keduanya. Untuk itu pertanyaan-pertanyaan yang aku pikir sekarang itu adalah pertanyaan yang brilliant bila diungkapkan oleh anak SD ya pertanyaan itu aku simpan hingga aku dewasa dan dengan sendirinya menemukan jawabannya secara tidak sengaja pseudoserendipity (serendipity semu). Dulu aku pernah bertanya “apakah yang mendasari ilmu padi bahwa semakin berisi semakin merunduk?”.

Kemudian setelah pertanyaan itu menua di otaku, aku bertemu dengan sahabat lamaku yang kebetulan dia tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Dia berkata padaku agar aku melanjutkan kuliah setinggi-tingginya dan aku bertanya mengapa  aku harus begitu dan dia jawab karena  aku teman dia satu-satunya yang kuliah namun mau sharing dengannya tanpa membuat dia merasa bodoh atau  rendah. Dengan begitu dia merasa menjadi sepadan dalam hal wawasan keilmuan dengan orang-orang yang kuliah lainnya karena sering sharing denganku. Untuk itu aku harus belajar lagi agar bisa mentransfer ilmu padanya. Kemudian dia balik bertanya padaku mengapa aku bisa memperlakukanya seperti itu tidak seperti teman-temannya yang lain. Pertanyaan itu jadi membuat aku berpikir “iya kenapa ya aku bisa seperti itu?rasanya itu hal yang wajar aku lakukan, tpi mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama?” dan dia bilang “apa kamu masih ingat tentang ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk?”
aku langsung terhenyak karna teringat akan pertanyaanku di waktu kecil( apa yang mendasari ilmu padi?). Dan hari itu juga aku mendapatkan jawaban atas pertanyaanku yang telah bertahun-tahun aku pendam dibenaku, jawabannya adalah : karena semakin banyak yang kita ketahui, maka kita akan semakin sadar akan ketidaktahuan kita, hal itu membuat kita ingin terus mencari dan mencari tahu tentang hal yang ingin kita ketahui dan semakin ingin mengetahui sesuatu yang telah kita ketahui. Oleh karena itu kita merasa tidak berhak untuk sombong karena semakin banyak yang kita ketahui kita akan semakin sadar pula akan banyaknya ketidaktahuan yang ada pada diri kita.


Kemudian beberapa hari dari kejadian itu aku menemukan kata-kata rene Descartes, seorang filosofi perancis, dalam buku filsafat ilmu : “Aku tidak Tahu apa-apa”. Dan beberapa minggu setelah membaca buku itu akupun secara kebetulan membaca quotes yang ada di kalender kantor, kata-kata dari Mantan presiden AS John F Kennedy “ The greater our knowledge increases the more our ignorance unfolds (semakin meningkat pengetahuan kita, semakin terasa banyak hal yang tidak kita ketahui)”.
Akhirnya setelah sekian lama pertanyaan yang hampir terkubur didalam benakku terjawab juga dengan secara kebetulan :)

Kamis, 15 Desember 2011

Cara Laki-laki dan Perempuan Menggunakan Otak

Laki-laki:
  • Berkonsentrasi pada satu hal.
  • Pandai dalam bidang matematika dan logika.
  • Membedakan dengan jelas peran otak kanan dan otak kiri.
  • Kemampuan berpikirnya berkembang dan pemahaman terhadap jalan dan arah sangat tajam.
  • saat mencari jalan pikirannya berkembang, mencari jalan dengan mengikuti pemahaman akan arah.
Perempuan:
  • Bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang sama.
  • Pandai mengekspresikan pikiran dengan kalimat menggunakan banyak kosakata.
  • Struktur hubungan otak kanan dan kiri tebal, sehingga kedua otak mudah bekerjasama.
  • Pandai memahami arti dan motif di belakang tindakan dan intuisinya tajam.
disadur dari buku WHY

Selasa, 13 Desember 2011

Fatamorgana

Kau menariku begitu erat hingga terasa berat

Aku jejaki hatimu tertatih-tatih

Tertindih aku oleh angan terasa letih

Gelap..Terang..sendu...senang..

Kurasakan seorang...

Seakan tak dapat bedakan nyata dan fatamorgana

Aku hanya seorang pengembara
Lelah berjalan membawa luka menganga mencari penawar hati
Mungkin langkahku terhenti namun aku akan titipkan pesanku pada pasir dan berharap angin akan menghembuskannya pada wajahmu agar kau merasakan hadirnya jiwaku...

Senin, 12 Desember 2011

Seketika

Seketika titik berkoordinasi

Seketika bintang membentuk rasi

Seketika musisi menciptakan simfoni

Seketika seniman menciptakan karya seni

Seketika hujan melukiskan pelangi

Seketika angin menebarkan wangi

Seketika logika merubah emosi

Seketika kau pancarkan sinar di relung hati
Seketika kau getarkan seluruh jiwa ini

Minggu, 11 Desember 2011

Murka Alloh Terhadap Orang Yang Tidak Mempergunakan Akalnya

Seringkali kita berdoa pada Tuhan" Ya Tuhanku berilah aku petunjukMu", namun seringkali kita tidak mengindahkan petunjuk Tuhan yang hadir didepan kita, karena hati kita lengah dan hati kita tertutup dari rasa syukur, maka dari itu akal kitapun menjadi gelap tertutup kabut.

Dikisahkan ada seorang pemuda yang tenggelam di lautan dia berdoa " Ya Tuhan tolonglah aku..." sesaat dia berdoa dia melihat kayu yang terapung, namun dia tidak mengindahkannya dan kemudian berdoa lagi " Ya Tuhanku tolonglah hambaMu ini" kemudian dia lihat kembali kayu terapung lagi terus saja dia berdoa tanpa mengindahkan kayu itu hingga dia meninggal karna tenggelam. Kemudian dia bertanya pada Tuhan " Tuhan mengapa engkau tidak menolongku padahal aku telah berdoa kepadaMu?" kemudian Tuhan menjawab " Aku telah memberikan petunjuk lewat kayu itu tapi mengapa engkau tidak mengindahkannya?"


Dari kisah di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa petunjuk/pertolongan  Tuhan itu amat dekat namun kita sendirilah yang harus memahami pesan Tuhan dengan cara mendengar, merasa, melihat, dan mempergunakan akal kita untuk memikirkan petunjuk Tuhan. Seperti yang tertulis dalam QS Yunus ayat 100: "Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan seijin Alloh, dan Alloh akan menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Wallohu'alam bissowaf...

Mengenai Saya

saya wanita yang akan membuat dunia ini menjadi sempurna dengan ketidaksempurnaan yang saya miliki